Satu…
SHOLAT di kendaraan
Masih ingat pelajaran sholat di kendaraan gak? Ini klo gak salah diajarkan pas kita-kita masih SD ya? Nah, ternyata tuh sekarang implementasinya aku melihat masih sangat kurang. Coba kita ambil contoh kongkretnya. Aku beberapa kali pulang ke jogja naik kereta. Perjalanan makan waktu sekitar 8-10 jam, nah klo kereta berangkat sekitar jam 8 malam, pasti nyampe di jogja
Bisa dikatakan gak ada, atau sangat jarang L. Cukup menyedihkan mengingat sebenarnya sholat adalah tiang agama, bagaimanapun sulit dan susahnya—baik dari segi waktu, tempat, kondisi fisik—tetap aja sholat adalah wajib. Klo waktu yang tak memungkinkan—contoh ekstrim kondisi perang—ALLAH bahkan kasi keringangan untuk sholat khauf (diringkas jadi cuman 1 raka’at, bahkan boleh sambil jalan J ), trus klo kita lagi sakit, juga boleh sholat dalam kondisi duduk, bahkan berbaring sekalipun. Dan jangan lupa, bahkan ketika sudah meninggal pun akhirnya kita akan disholatkan…Jadi, sholat bukan perkara kecil, nilainya lebih besar dari hanya menang tender di XLcom, Indosat maupun apapun…
Dua…
MAKSIAT yang terhalang
Hem…klo dengar kata maksiat, yang terbayang adalah narkoba, alkohol, perilaku sex bebas maupun yang menyimpang (gay n lesbian), blue film, dll. Tapi apa hanya itu…gak juga si menurutku. Maksiat adh semua perbuatan yang dilakukan di luar border Islam yang sudah jelas mana yang hala mana yang haram. Itu….
Jadi ingat suatu momen dimana aku—sebagai manusia—merasa ingin melakukan perbuatan maksiat. Tapi koq, ternyata semua usaha dan upaya sudah dilakukan untuk menggapainya, meraihnya dan menjangkaunya, tapi….ternyata ALLAH berkehendak lain, aku gak bisa mencapai hal itu. Atau mungkin lebih tepatnya, skenario ALLAH membuat aku tidak bisa melakukan maksiat itu. Yach, akhirnya…di detik selanjutnya yang keluar dari mulut adalah istighfar, dan rasa syukur. Istighfar karena sudah berencana buruk melakukan maskiat dan harus sesegera mungkin mohon ampun sama ALLAH. Bersyukur karena ternyata ALLAH masih sayang sama kita, bahwa kita dijaga dari perbuatan yang dilarang.
Jadi inget di shirah nabawiyah pernah diceritakan bahwa Muhammad kecil pernah berkeinginan untuk mellihat pesta pernikahan di jaman jahiliyah, kemudian apa yang terjadi?...Yup, sama ALLAH dia dibuat tertidur selama pesta berlangsung, padahal pesta itu sudah ada di depan pelupuk matanya, tinggal buka mata, pasang telingan dan hidung J. Tapi yaaa itu, ALLAH punya skenario yang lebih agung…
“wamakaruu wamakarALLAH, wallaahu khairul maakiriin”
dan ALLAH sebaik-baik pembuat makar” (Al Imran:54)

1 comment:
cool... pengamatan yg tajam...
dipesawat juga jarang...
padahal rute PIA
Post a Comment