Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya, aku benar-benar tersadar bahwa kehidupan orang yang tidur dan bekerja dengan modal gerobak dorong adalah benar adanya. Wuaah, mengerikan juga. Aku jadi berfikir, ketika PKSe "menang" di DKI, koq perubahan yang diharapkan ke arah lebih baik lagi masih belum bisa tercapai ya?... Oke, memang PKSe menang secara "tidak mutlak", tapi apakah itu bisa dijadikan justifikasi, apalagi sebuah apologi untuk kemudian menghindar dari kenyataan bahwa masih banyak "rakyat" yang tak terurus namun masih dalam lingkaran DKI Jakarta?...Belum lagi kalau melihat sarana dan infrastruktur transportasi antar kota y ang ada di DKI. Seharusnya memang ada penghubung antara daerah residential dengan daerah perkantoran. Terus terang, dari hasil pengamatan dan diskusi dengan beberapa orang kawan di kantor, salah satu alasan bahwa mereka "memaksakan" untuk memiliki kendaraan pribadi dan bahkan lebih mengutamakan membeli kendaraan daripada rumah (klo aku si lebih prefer rumah atau tanah dulu, baru kendaraan) adalah karena mereka tidak nyaman dengan fasilitas transportasi publik yang ada. Nah, klo PKSe bisa meng-endorse supaya ada perbaikan dari sisi sarana (dalam hal ini kendaraannya), maka sangat mungkin jumlah kendaraan pribadi yang bersliweran di Jakarta akan turun drastis, belum lagi kalau ada peraturan yang lebih strick untuk melarang pemakaian kendaraan pribadi di hari, atau jam tertentu. Atau bisa juga dengan menerapkan aturan "ticketing"...

No comments:
Post a Comment